| |
Polisi Siaga Kuatir Bentrok Kembali Terjadi Jumat, 30 Juli 10Kuningan, Koran Internet: Meski suasana Desa Manis Lor kecamatan Jalaksanan kabupaten Kuningan, Jabar, sudah cukup kondusif namun pihak kepolisian masih tetap khawatir bentrok antara Oramas Islam dan Jema`at Ahmadyah kembali terjadi.
Suana di tempat terjadinya bentrokan dari mulai Jumat dini hari tadi,saudah aman dan Ormas Islam tidak terlihat berkumpul di Mesjid Al Huda, namun patroli tetap terus dimaksimalkan.
Brimob dari Detasemen C dengan jumlah pasukan dua SSK siaga terus mereka disebar disetiap pintu masuk desa Manis Lor
AKP Dundun Danki Brimob kepada wartawan di Kuningan, Jumat, mengatakan, pengaman akan terus di maksimalkan semua anggota memantau keadaan, meskipun saat ini situasi keamanan lebih terkendali namun kekhawatiran masih tetap tinggi barang kali siang hari bentrokan terjadi kembali.
"Sejak Kamis malam semua Ormas Islam telah meninggalkan desa Manis Lor, namun di khawatirkan mereka kembali hari ini. Situasi Jumat dinihari hingga pagi ini kegiatan rutin masyarakat normal di banding tiga hari lalu,"katanya.
Dikatakannya, polisi akan terus menjaga lokasi terjadinya bentrok hingga suana tenang, namun diperkirakan waktunya lebih panjang bisa hingga datang bulan suci Ramadhan, menunggu janji Bupati Kuninngan yang akan segera berangkat ke Jakarta untuk meminta keputusan Mentri Agama.
Seperti yang dituturkan Bupati Kuningan tadi malam, ia berjanji akan segera menghadap dan meminta kejelasan tentang penutupan kegiatan kelompok Jema`at Ahmadiyah kepada Mentri Agama.
Dadang(45) warga Desa Manis Lor mengaku, situasi keamanan jauh lebih baik jika dibandingkan kemarin, dini hari warga setempat dengan polisi tetap waspada barang kali terjadi bentrokan kembali.
Dikatakannya, aktiftas warga sekitar kembali normal meski sejumlah polisi berjaga-jaga di depan Mesjid Al Huda dan pintu masuk desa yang lain, namun masyarakat belum berani membuka papan penghalang kaca dan pintu mereka, rasa khawatir masih tetap tinggi.
"Rasa khawatir warga masih tetap tinggi setelah terjadi beberapa kali bentrokan antara kelompok Jema`at Ahmadiyah dengan sejumlah Ormas Islam yang datang dari berbagai daerah seperti, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Banten, Cirebon,"katanya.
"Hingga kini sebagian warga masih menutup kaca dan jendela dengan papan untuk menghindari lemparan batu dari mereka yang bertikai,"ujarnya. (TS/Ant) lihat komentar (0) | versi cetak Formulir Komentar
|
|