Korut Adakan Perundingan Lagi Dengan Militer AS
Jumat, 30 Juli 10

Seoul, Koran Internet: Korea Utara dan Komando Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dipimpin Amerika Serikat Jumat melakukan perundingan militer, kata seorang juru bicara Komando.

Ini adalah putaran ketiga dari perundingan sejak tenggelamnya kapal perang Korea Selatan yang dipersalahkan pada Korea Utara.

Pertemuan tingkat kolonel dari kedua pihak itu diselenggarakan di desa gencatan senjata perbatasan Panmunjom dalam upaya merancang perundingan tingkat tinggi mengenai masalah tersebut.

Ketegangan-ketegangan lintas-perbatasan makin meningkat tajam sejak Korea Selatan dan Amerika Serikat menuduh Korea Utara pada akhir Mei mentorpedo kapal perangnya dekat perbatasan yang disengketakan antar Korea, yang menewaskan 46 orang.

Pasukan AS dan Korea Selatan Rabu mengakhiri latihan angkatan laut dan udara gabungan selama empat hari - pertama dalam rangkaian latihan - yang mereka katakan dimaksudkan untuk memperingatkan Korea Utara terhadap serangan-serangan selanjutnya.

Militer Korea Selatan akan mengadakan latihan anti-kapal selam di Laut Kuning pada pekan depan.

Latihan pada 5-9 Agustus itu akan melibatkan angkatan darat, laut dan udara serta parjurit marinir, kata seorang juru bicara Kepala Staf Gabungan.

Seoul dan Washington juga mengadakan perundingan-perundingan tentang latihan militer bersama di Laut Kuning pada September, kata juru bicara tersebut.

Komando PBB telah bermarkas di Korea Selatan sejak berakhirnya perang Korea 1950-53 untuk mengawasi gencatan senjata yang mengakhiri perang tersebut.

Korea Utara membantah keras terlibat dalam tenggelamnya korvet Cheonan pada Maret, namun sepakat untuk menyelenggarakan perundingan-perundingan dengan Komando PBB mengenai insiden tersebut.

Pihaknya mengecam keras latihan perang pekan ini dan mengancam akan melakukan pembalasan militer.

Pada pertemuan sebelumnya di Panmunjom, Korea Utara minta untuk mengirim tim tingkat tingginya ke Selatan untuk memeriksa bukti-bukti yang dikeduk dari dasar laut, termasuk apa yang Seoul katakan sebagai bagian dari torpedo Korea Utara.

Korea Selatan telah menolak permintaan tetangganya itu untuk mengirimkan tim penyelidiknya, dan mengatakan Komando PBB akan menangani kasus itu sebagai pelanggaran serius gencatan senjata.

Ketika perundingan-perundingan terakhir diadakan 23 Juli, kedua pihak membahas pembentukan satu kelompok gabungan untuk melakukan pemeriksaan situasi dan bukti-bukti mengenai tenggelamnya kapal perang tersebut. (TS/Ant)

  lihat komentar (0) |   versi cetak

Formulir Komentar

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar


»Temu Puncak Obama-ASEAN 24 September di New York
»Marty-Yeo Bahas Peningkatan Hubungan Bilateral
»Presiden Ajak Malaysia Selesaikan Masalah Perbatasan Dengan Baik
»Presiden Perintahkan Pembahasan Batas Maritim Dengan Malaysia
»Norwegia Kucurkan 30 Juta Dolar Untuk REDD

 
  Opini dan Analisis

Analisis Kwik Kian Gie


E-Learning


editorial


menuju pemilu 2009
 
  Berita Utama

Berita Terbaru
   
     
     
     
     
     
     
 
komentar pembaca
 
Word Of The Day

 

Mencari berita    di   
 
   
 
copyright 2009 - koraninternet.com