| |
Tanah Longsor Landa China, 21 Orang Hilang Selasa, 27 Juli 10Chengdu, China, Koran Internet: Sedikitnya 21 orang hilang setelah tanah longsor yang dipicu hujan deras di satu desa di provinsi Sichuan, China baratlaut pada Selasa pagi.
Sekitar 100.000 meter kubik batu dan tanah longsor dari Gunung Ermanshan, dekat Desa Shuanghe, Kebupaten Hanyuan, Ya`an City, sekitar pukul 5.00 waktu setempat, menghancurkan rumah-rumah dan satu jalan setapak di gunung itu, kata para pejabat.
Lebih dari 4.000 warga desa itu dievakuasi dari kawasan tersebut pada Selasa pagi.
Pemerintah Kota Ya`an telah membentuk satu tim untuk mengkoordinasikan pencarian dan penyelamatan korban.
Xu Mengjia, Sekretaris Komite Kota Ya`an Partai Komunis China berada di tempat kejadian untuk memberi komando pencarian dan penyelamatan.
Hujan deras menghantam kawasan China baratdaya dalam beberapa pekan terakhir.
Pada Senin, tanah longsor juga terjadi di Drung-Nu Autonomous County of Gongshan, provinsi Yunnan, dekat perbatasan China-Myanmar, mencederai 11 orang, dan 11 orang lagi hilang.
Pencarian terhadap 11 korban hilang itu masih terus dilancarkan.
Sementara itu, provinsi Henan, China tengah, banjir pada awal pekan ini menewaskan sedikitnya 52 orang tewas dan 20 orang lagi hilang.
Hujan lebat mengguyur kawasan pegunungan di bagian barat dan selatan provinsi tersebut mulai dari tanggal 23 hingga 25 Juli, menyebabkan kerusakan hebat di tiga kota -- Luoyang, Nanyang and Sanmenxia.
Di antara korban tewas, 37 orang dari Kota Luoyang, sebuah ibukota China kuno, tempat Warisan Dunia Longmen Grottoes.
Curah hujan tinggi itu berdampak pada 18,3 juta orang di kawasan sepanjang Sungai Yangtze.
Jumlah korban tewas yang dikeluarkan Dinas Penanggulangan Banjir itu termasuk di antaranya adalah korban akibat sambaran petir.
Terjangan banjir juga merusak 39.000 rumah, 755.000 orang dievakuasi, 974.000 hektar sawah siap panen hancur, dan kerugian harta benda mencapai 10,6 miliar yen (1,57 miliar dolar AS), katanya.
Menurut Dinas Penanggulangan Banjir, pada akhir pekan, volume air di beberapa danau dan bendungan di lembah Sungai Yangtzi mulai beranjak naik lagi.
Wakil Direktur Dinas Penanggulangan Banjir, Chen Lei, mengatakan pihak berwenang setempat terus memantau situasi air di danau-danau tersebut, termasuk juga fasilitas-fasilitas instalasi listrik tenaga air untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. (TS/Ant) lihat komentar (0) | versi cetak Formulir Komentar
|
|