| |
Peserta Layar Darwin-Ambon Dihadang Ombak Besar Senin, 26 Juli 10Ambon, Koran Internet: Sebanyak 16 kapal layar peserta lomba layar internasional Darwin (Australia Utara) - Ambon, Provinsi Maluku, dihadang ombak besar sehingga beberapa peserta tidak bisa mencapai finish di pantai Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.
Ketua Panitia Pelaksana Hellen de Lima yang dikonfirmasi ANTARA di Ambon, Senin, membenarkan, beberapa peserta lomba terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju garis finish karena dihadang ombak besar saat memasuki perairan Laut Aru dan Laut Banda.
Dia mengatakan, kapal layar Moemoea asal Australia dengan kapten Susin Kerry Churchill terpaksa balik arah ke Darwin dan tidak melanjutkan lomba karena mengalami kerusakan kapal layar.
Sedangkan satu peserta lainnya yakni kapal layar Chaconne dari Finlandia dengan kapten Siggberg Svante Emil, terpaksa memilih singgah di Dilli, Timor Leste untuk memperbaiki kapal dan layarnya yang juga mengalami kerusakan karena terkena ombak besar dan angin kencang.
"Namun berdasarkan kontak dengan kapten kapalnya, mereka hanya singgah di Dilli untuk memperbaiki kapal dan kemudian melanjutkan lomba hingga finish di Ambon," katanya.
Hellen mengakui, kapal layar Cruise Missile asal Australia, saat ini memimpin lomba dan akan memasuki perairan Pulau Ambon dan finish di pantai Desa Amahusu.
"Sesuai perhitungan, kapal Cruise Missile dengan kapten Wayne Huxley sudah finish pukul 16.19 menit sehingga akan memecahkan rekor yang pernah diukirnya pada lomba tahun 2009, tetapi mereka mengalami mati angin," ujarnya.
Namun saat hendak memasuki perairan Pulau Ambon, kapalnya mengalami mati angin, sehingga tidak bisa berlayar dengan cepat.
Padahal saat `flag off` yang dilakukan Wali Kota Darwin (Northern Teritory) Graent Sayer bersama Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Firmansyah Rahim, di Pelabuhan Beagie, Darwin, Sabtu (24/7), angin bertiup kencang.
"Diperkirakan 30 menit lagi mereka sudah bisa mencapai finish di Amahusu," katanya seraya menambahkan, para peserta akan disambut tarian dan musik tradisional khas totobuang saat mencapai finish di pantai Desa Amahusu.
Dia memperkirakan semua peserta baru akan mencapai finish di pantai Amahusu pada Kamis (29/7) mendatang, dikarenakan kondisi mati angin yang dialami.
Lomba layar yang digelar sebagai bagian dari kerja sama kota bersaudara Darwin-Ambon yang telah dirintis sejak tahun 1976 itu diikuti 16 peserta yakni Boussole berbendera Australia dengan captain Louise Diana Becker, Cattitude (Australia/James Patrick Grierson), Cruise Missile (Australia/Wayne Edward Huxley), Chaccone (Finlandia/Siggberg Svante Emil), Freedom Express (Australia/Ross McCombe), Ia Orana (Inggris/David Wright), Jaz I (Australia/Kevin John Mearns).
Selain itu, Gemini Jo (Australia/Edwin Roy Green), Kishka (Australia/Michael Laurence Butler), Marrawudi (Australia/Dix Gregory Arthur), Maralinga (Australia/John Jordan), Moemoea (Australia/Susin Kerry Churchill), Olza (Australia/Tadeusz Rusek), Pandora (Australia/Richard Alfred Setter), Papillon III (Australia/Clas Goran Herbert Nilsson) dan Sanuk II (Australia/Shayne Evan Farnell).
Lomba dengan jarak tempuh 600 mil laut itu pada awalnya diselenggarakan oleh Cruising Yacht Association of the Northern Territory Incorporated (CYANT).
Asosiasi itu menyelenggarakan perlombaan perahu layar pada tahun 1976 hingga 1998 dan selanjutnya ditangguhkan karena alasan instabilitas keamanan di Maluku.
Pada perkembangannya, jumlah peserta semakin bertambah dan tercatat pada tahun 1999 jumlah pesertanya mencapai 100 kapal, tetapi pelaksanaan dibatalkan akibat ketidakstabilan keamanan di Ambon akibat konflik sosial yang terjadi.
Lomba ini baru dihidupkan kembali dan diawali dengan kunjungan perwakilan dari Ambon ke Darwin pada April 2006 dengan mengusung misi memulai kembali pelaksanaan kegiatan perlombaan. Selama masa kunjungan, pendekatan dilakukan kepada Dinah Beach Cruising Yacht Association Incorporated (DBCYA). Asosiasi itu menunjukkan ketertarikan dengan menyaratkan situasi Ambon sudah dinyatakan aman. Ketika delegasi DBCYA dikirimkan ke Ambon dan memastikan situasi aman serta siap menyambut pelayaran internasional tahun 2006 hingga 2009 lalu.
Pada tahun 2009, juara umum Darwin-Ambon Yacht Race diraih perahu layar Mai Tai dengan skipper Colin Wilesmith dan berhak atas trophy Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Perahu layar Mai Tai juga meraih gelar juara multihull division, disusul Lightfoot (Graham Shaw) dan Cruise Missile (Wayne Huxley). Di kategori Monohull Division juara pertama diraih perahu layar Jasmin (Michael O`Keefe), disusul Maralinga (John Jordan). (TS/Ant) lihat komentar (0) | versi cetak Formulir Komentar
|
|