KoranInternet.com

E-Learning

KoranInternet mulai sekarang menyajikan layanan baru kepada para pembaca, terutama kepada masyarakat akademis berupa program E-learning yang berisi paparan serial dua bidang mata pelajaran, yaitu Ekonomi Perusahaan dan Tata Buku.

Ekonomi Perusahaan
» Kebutuhan Modal Perusahaan
 

Tata Buku
»Tata Buku 10
 

Editorial
Hasil Pemilu Dan Perubahan

Sebelum pemilu hampir semua orang menginginkan pemilu akan menghasilkan Legislatif dan Eksekutif yang membawa perubahan. Perubahan yang didambakan adalah :

BISNIS & EKONOMI»
»Dampak CAFTA Di Pasar Telepon Seluler

»Windia: Pariwisata Bali Ikut Gerakkan Ekonomi Daerah Tetangga

»Prof. Windia: Kebijakan Ekonomi Tak Dukung Pertanian

POLITIK & HUKUM»
»Koalisi LSM Minta KPK Usut Mafia Kehutanan

»Kejari PPU Usut Dugaan Korupsi Dana APBN

»Buruh PT. RSM Bengkulu Tuntut Jamsostek

BERITA UMUM»
»Saatnya Indonesia Melihat Afrika Sebagai Benua Yang Perlu Digarap

»Pemerintah Tak Akan Diskriminasi Pendidikan Nonformal

»"Avatar" Digulingkan Dari Box Office Oleh "Dear John"

LUAR NEGERI»
»Dokter Michael Jackson Diancam 4 Tahun Penjara

»Korban Tewas Ledakan Di Pembangkit Listrik Sudah Lima Orang

»Indonesia Ikut Pameran Wisata Holiday World Praha

OLAH RAGA»
»Sepak Bola - Inter Perkuat Posisi Setelah Kalahkan Cagliari

»Sepak Bola - Sriwijaya FC Akan Hadapi Persebaya

»Sepak Bola - Indonesia Turun Peringkat Ke-136 FIFA

 

Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang. Uangnya Dilarikan Kemana?
Jumat, 11 April 08

Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?

Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata “subsidi BBM” itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya dilarikan ke mana?

Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.

Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per liter.

Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi.

Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.

Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel.

Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel terlampir.

Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?

Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.

PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)


DATA DAN ASUMSI

Produksi : 1 juta barrel per hari

70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
1 US $ = Rp. 10.000
Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
1 barrel = 159 liter
Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter

PERHITUNGAN

Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000
Konsumsi dalam liter per tahun 60,000,000,000
Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun 19,375,500,000
Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini
(19,375,500,000 : 159) x 100 x 10.000
 121,900,000,000,000
Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri
40,624,500,000 x Rp. 3.870
 157,216,815,000,000
Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel
Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar
 35,316,815,000,000
 
Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap
liter bensin premium yang dijual,
Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah)4,500 
Biaya lifting, pengilangan dan transportasi
US $ 10 per barrel atau per liter :
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan)
630 
Kelebihan uang per liter3,870 


Oleh Kwik Kian Gie

  lihat komentar (22) |   kirim ke teman |   versi cetak

Formulir Komentar

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar
 
»Sepak Bola - AC Milan Sepakati Sponsor Kostum Dengan Emirates
»8.000 Perempuan Di Kongo Diperkosa
»YLKI: Perdagangan Bebas China - Asean Perlu Diawasi
»Ani Yudhoyono Kunjungi Perajin Batik Di Cirebon
»Presiden Hadiri Peringatan Hari Pers Nasional


 
Pengantar Redaksi

Dua serial tulisan yang terdahulu, yaitu Proses Terjajahnya Kembali Indonesia Sejak tahun 1967 dan Pemberantasan KKN telah lengkap kami tayangkan dalam waktu yang cukup lama.

Dalam edisi ini kami menyajikan bahasan tentang Krisis Keuangan maha dahsyat yang terjadi di Amerika Serikat, menjalar ke semua negara di dunia yang sampai sekarang masih berlangsung.

Serial lainnya berjudul "Platform Presiden 2009". KoranInternet mempunyai keseluruhan materinya, yang akan kami terbitkan dalam bentuk buku yang dapat diperoleh siapa saja yang berminat.

Dengan memuat materi yang sama dalam bentuk rangkaian artikel di KoranInternet, para pembaca dapat membacanya, sambil setiap harinya membaca berita dan peristiwa.

Pembaca E-Learning yang kami sajikan dalam bidang Tata Buku dan Ekonomi Perusahaan semakin lama semakin banyak.

Banyak terima kasih atas perhatian Anda.

Redaksi.

Analisis
GAMBARAN FRAUD DAN KEKALUTAN DALAM MENGHADAPI BANK CENTURY

Yang digambarkan dalam tulisan ini atas dasar pemberitaan, pernyataan dan analisis dari sekian banyaknya orang ...
Baca selengkapnya »

PRODUK DOMESTIK BRUTO MENGANDUNG BANYAK PENYESATAN DAN KOTORAN

Percakapan antara Djadjang dan Mamad

Para pejabat tinggi Indonesia berbesar hati, karena dalam resesi global, kondisi ...
Baca selengkapnya »

 
Tinjauan Perekonomian Indonesia, Khususnya Koperasi dan UKM

PERAN STRATEGIS PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA MEMBANGUN KARAKTER INSAN KOPERASI GUNA MENINGKATKAN KINERJA USAHA ...
Baca selengkapnya »

 
Apa Neo Liberalisme (NEOLIB) Itu? Bagian 2

KEBIJAKAN NEOLIB DI INDONESIA

Jalan Tol


Orang-orang neolib di Indonesia lebih ekstrem dari rekan-rekan sepahamnya di negara-negara ...
Baca selengkapnya »

Seminar Krisis Ekonomi Indonesia : Keberhasilan 53 Tahun Mafia Berkeley? (Bagian II)

APA HASIL AKHIR DARI KEBIJAKAN EKONOMI OLEH TIM EKONOMI PEMERINTAH YANG SENANTIASA TERDIRI DARI SATU ...
Baca selengkapnya »

Seminar Krisis Ekonomi Indonesia : Keberhasilan 53 Tahun Mafia Berkeley? (Bagian I)

KESIMPULAN DAN RANGKUMAN

Berbeda dengan kebiasaan, saya akan mulai dengan kesimpulannya sebagai berikut.
Krisis Keuangan Global (Artikel 3)

Apa Kata Paul Krugman dan Bagaimana Perkembangan Selanjutnya?

Dalam artikel kedua kami mencoba menguraikan tentang struktur ...
Baca selengkapnya »

 
Apa Neo Liberalisme (NEOLIB) Itu? Bagian 1

Dengan dipilihnya Boediono sebagai cawapres-nya SBY, diskusi tentang "neolib" menjadi marak. Namun diskusinya tidak memberikan ...
Baca selengkapnya »

Megawati, Prabowo Dan Contoh Kasus Tentang Demokrasi Gaya UUD 2002

Halaman depan Suara Pembaruan tanggal 1 April memuat berita yang berjudul : "Megawati Gandeng Prabowo". ...
Baca selengkapnya »

Platform Presiden 2009 (Artikel 4)

Pendidikan dan Kesehatan

Betapapun terbatasnya kemampuan pemerintah menyediakan jasa pendidikan dan kesehatan, dalam batas-batas kemampuan keuangannya, ...
Baca selengkapnya »


Word of The Day

Perbaiki diri anda, tetapi jangan jatuhkan orang lain.Salanter Lipkin.


Pemilu 2009
»Gugatan hasil Pilpres harus disertai bukti akurat

»KPU harus lakukan kajian yuridis putusan MA


Mencari berita    di   
copyright 2007 - koraninternet.com | powered by IT Media Solution