|
|
 |
KoranInternet mulai sekarang menyajikan layanan baru kepada para pembaca, terutama kepada masyarakat akademis berupa program E-learning yang berisi paparan serial dua bidang mata pelajaran, yaitu Ekonomi Perusahaan dan Tata Buku.
|
|
|

Hasil Pemilu Dan Perubahan
Sebelum pemilu hampir semua orang menginginkan pemilu akan menghasilkan Legislatif dan Eksekutif yang membawa perubahan. Perubahan yang didambakan adalah :
|
|
|
|
 |
|
EKONOMI PERUSAHAAN 10 Jumat, 02 Juli 10 PASAR MODAL
10.1 Pasar Modal dan Bagian-bagiannya
Yang diartikan dengan pasar adalah tempat bertemunya dan melakukan transaksi jual beli bagi orang-orang yang mau membeli dan menjual barang dan jasa. Ini adalah pasar dalam arti yang konkret. Contoh dari pasar yang konkret seperti itu adalah pelelangan. Di samping itu ada pengertian pasar dalam arti abstrak, yaitu keseluruhan dari permintaan dan keseluruhan dari penawaran akan barang dan jasa. Maka pasar dunia (dalam arti abstrak) dari gandum mencakup keseluruhan dari mereka yang ingin membeli dan ingin menjual gandum dari seluruh dunia yang bertempat tinggal di berbagai negara.
Pasar modal juga pasar yang abstrak. Di sini bertemulah orang-orang yang ingin modal dan yang menawarkan modal. Pasar ini terbagi ke dalam bagian-bagian pasar. Pembagian yang lazim dari pasar modal adalah pasar uang dan pasar modal. Di pasar yang pertama yang diperdagangkan adalah modal dengan jangka kurang dari 1 tahun (sementara dan berjangka pendek), di pasar yang kedua modal dengan jangka waktu lebih dari setahun (sementara berjangka panjang dan permanen).
Pembagian lain dari pasar modal adalah pembagian ke dalam modal yang menanggung resiko dan modal yang menghindarkan resiko. (lihat bagian 10.3).
Sebenarnya pasar modal terdiri dari bagian-bagian yang banyaknya sama dengan banyaknya jenis modal.
10.2 Permintaan Akan Modal
Telah dikatakan sebelumnya, bahwa perusahaan bertindak di pasar modal untuk memperoleh modal dalam berbagai jenisnya. Perlu dicatat bahwa permintaan akan modal tidak hanya oleh perusahaan. Pemerintah (pusat maupun daerah) juga bertindak sebagai peminta modal. Lalu keluarga-keluarga juga bertindak sebagai peminta modal yang dipakainya untuk pembiayaan konsumsi (kredit konsumsi). Untuk selanjutnya kita hanya membahas permintaan akan modal oleh dunia usaha.
Catatan kedua adalah bahwa untuk membiayai perluasannya, perusahaan-perusahaan biasanya tidak menarik modal dari luar, melainkan melakukan pendanaannya dari laba ditahan atau dari cadangannya, yang juga disebut sebagai pendanaan internal. Dalam hal menarik pendanaan dari luar disebut pendanaan eksternal.
Terutama di tahun 70-an, ketika keadaan ekonomi tidak terlalu baik, sehingga rentabilitas perusahaan-perusahaan jelek, banyak pendanaan tidak dilakukan secara internal. Kebanyakan perusahaan menarik dana dari luar. Karena itu solvabilitas dari banyak perusahaan menurun. Sejak tahun 80-an pendanaan internal meningkat karena perbaikan keadaan ekonomi pada umumnya, sehingga solvabilitas perusahaan-perusahaan membaik kembali. 10.3 Penawaran Modal
Penawaran modal berasal dari dua sumber. Pertama-tama adalah tabungan. Tabungan dibentuk oleh keluarga dan perusahaan. Pemerintah juga dapat memupuk tabungan. Keluarga menabung kalau sebagian dari pendapatannya tidak dipakai untuk konsumsi. Perusahaan menabung sepanjang labanya tidak dibagikan kepada yang berhak atas laba tersebut, tetapi ditahan di perusahaan (dicadangkan). Pemerintah menabung sepanjang pendapatannya (terutama dari pajak) lebih besar dari pengeluaran-pengeluaran konsumtifnya.
Tabungan-tabungan ini tidak mesti seluruhnya ditawarkan di pasar modal. Tadi telah dikatakan bahwa laba yang ditahan merupakan sumber pendanaan yang penting buat perluasan perusahaan. Tabungan juga dapat disimpan di dalam kas. Karena itu tabungan tidak merupakan penawaran modal di pasar modal.
Tabungan dapat dibagi ke dalam tiga kategori sesuai dengan sifatnya : sementara berjangka pendek, sementara berjangka panjang dan tabungan permanen. Tabungan sementara yang berjangka pendek ditabung untuk jangka waktu kurang dari satu tahun. Ini berarti bahwa penabung sudah merencanakan untuk memakai tabungannya dalam waktu yang tidak lebih lama dari satu tahun (misalnya menabung sepanjang tahun untuk dinikmati di dalam musim liburan). Pada tabungan sementara yang berjangka panjang, maksudnya adalah menabung selama bertahun-tahun, yang lalu dinikmati untuk tujuan-tujuan konsumtif (contoh : tabungan untuk hari tua dalam bentuk pensiun). Dalam hal tabungan secara permanen tidak ada niat untuk memakainya secara konsumtif. Maksudnya adalah membentuk modal secara permanen. Paling-paling hanya hasil bunganya saja yang dikonsumsi, contohnya adalah keluarga yang menabung untuk mendirikan perusahaan, atau perusahaan yang menahan labanya untuk dipakai sebagai pendanaan perluasan perusahaannya.
Penabung juga dapat dibagi ke dalam kategori-kategori menurut kesediaannya menanggung risiko. Yang kami artikan adalah risiko tidak akan menerima penghasilan atau akan menerima penghasilan yang sangat kecil, atau bahkan modalnya untuk sebagian atau seluruhnya akan hilang sama sekali. Sebagian orang menghendaki investasi dengan risiko kecil atau tanpa risiko sama sekali (misalnya obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah). Yang lainnya bersedia mengambil risiko yang besar (misalnya dengan cara membeli saham). Dalam hal yang terakhir kita berbicara mengenai modal yang menanggung risiko. Dalam hal yang pertama kita katakan modal yang menghindari risiko. Banyak penabung yang sekaligus merupakan dua macam penabung tersebut, karena mereka menanamkan sebagian dari uangnya ke dalam investasi yang menghindari risiko dan sebagian lagi ke dalam investasi yang mengandung risiko.
Risiko yang kita bicarakan berkenaan dengan pembayaran bunga dan dividen dan pembayaran kembali modal investasinya. Mengenai risiko lainnya, yaitu risiko turunnya daya beli mata uang, maka modal yang menghindari risiko juga mengemban risiko. Risiko ini juga berlaku bagi risiko yang diemban dalam hal tingkat suku bunga meningkat untuk obligasi. Harga obligasi akan turun kalau tingkat suku bunganya meningkat.
Di samping tabungan ada sumber penawaran modal lainnya di pasar modal, yaitu penciptaan uang. Bank-bank tertentu dapat menawarkan dana yang diciptakannya sendiri. Bank-bank ini adalah bank-bank yang kita sebut sebagai bank-bank yang mencipta uang. Termasuk di dalamnya adalah bank-bank umum. Penawaran modalnya berlangung atas dasar sementara dan berjangka pendek. Bentuknya biasanya adalah bank mengizinkan nasabahnya meggunakan uang sampai jumlah maksimum tertentu, yang dapat menggunakannya untuk melakukan pembayaran-pembayaran (kredit rekening koran). 10.4 Pertemuan antara Permintaan dan Penawaran di Pasar Modal. Penyerahan Modal yang Langsung dan yang Tidak Langsung.
Mungkin sekali bahwa pemilik modal menawarkan modalnya secara langsung kepada yang membutuhkannya. Tetapi juga mungkin bahwa hubungan antara pemilik dan pemakai modal melalui sebuah lembaga keuangan yang bertindak sebagai perantara.
Modal yang dipindah tangankan secara langsung juga disebut sebagai modal tangan pertama, dan yang dipindah tangankan secara tidak langsung disebut modal tangan kedua. Berikut akan diberikan contoh untuk kedua-duanya.
Pemindahtanganan modal dari pemilik kepada pemakai secara langsung terjadi kalau pemilik modal membeli saham atau obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Bank dapat berfungsi sebagai kantor pendaftaran, tetapi tetap berarti bahwa modal dipindah tangankan secara langsung dengan bank sebagai lembaga perantara saja. Pemilik modal (atau penabung) bahkan mempunyai kepentingan langsung terhadap perusahaan yang memakai modalnya. Pemindahtanganan langsung juga berlangsung kalau bank pencipta uang memberikan kredit rekening koran kepada perusahaan.
Pemindahtanganan modal secara tidak langsung terjadi apabila penawaran oleh pemilik modal adalah dalam bentuk yang sedemikian rupa, sehingga pemindahtanganan secara langsung kepada perusahaan (atau kepada pemakai modal lainnya) akan menjumpai kesulitan. Banyak penabung yang tabungannya kecil-kecil jumlahnya. Lalu mereka juga menghendaki bahwa tabungannya itu dapat ditunaikan kembali sesuai dengan jadwal yang mereka kehendaki. Sebuah perusahaan (atau badan pemerintah) membutuhkan modal dalam jumlah besar, dan dengan jadwal pembayaran kembali yang sesuai dengan kebutuhannya. Jadwal ini tidak perlu sama dengan jadwal pembayaran kembali yang dikehendaki oleh pemilik modal. Maka dalam keadaan seperti ini, sebuah lembaga tabungan (atau bank tabungan) harus bertindak sebagai perantara antara pemilik modal dan pemakai modal. Lembaga ini dapat mengumpulkan tabungan-tabungan tersebut dalam jumlah dan yang besarnya dikehendaki oleh pemakai modal, yang lalu dapat diatur pula jadwalnya sampai cocok dengan jadwal pengembalian yang dikehendaki oleh pemakai modal. Lembaga perantara dapat berfungsi karena adanya gejala saling susul menyusul dari para penabung. Yang diartikan adalah adanya gejala bahwa kalau ada sekelompok penabung yang ingin mengambil uangnya, selalu ada sekelompok penabung lainnya yang menggantikan tempatnya dengan memberikan uangnya kepada lembaga sebagai tabungannya. Dengan adanya gejala ini, lembaga perantara (bank) dapat meminjamkan modal dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada yang ditawarkan oleh para penabung secara individual. Sama dengan lembaga tabungan adalah bank hipotik. Bank ini menjual obligasi kepada para penabung (obligasi yang dikeluarkan oleh bank-bank hipotik disebut pandbrieven). Dengan demikian, bank hipotik dapat meminjamkan uang kepada yang membutuhkan dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada jumlah yang ditawarkan oleh masing-masing penabung secara individual. Pemegang obligasi bank hipotik dapat menguangkannya setiap saat dengan cara menjualnya di Bursa Efek.
Pemindah tanganan modal juga dapat terjadi dari tabungan-tabungan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa dan dana-dana pensiun, yang untuk tabungan ini mencari peluang investasi di pasar modal.
Dengan sendirinya bahwa memakai jasa lembaga perantara akan meninggikan tingkat bunga. Kredit yang diberikan oleh bank hipotik mengenakan bunga yang lebih tinggi daripada bunga yang dibayarkan oleh bank hipotik kepada pembeli obligasinya. Dari selisihnya ini bank hipotik memberantas biaya-biayanya dan mendapatkan laba.
Lambaga-lembaga keuangan : investor institusional dan bank.
Perusahaan asuransi jiwa dan dana pensiun adalah lembaga-lembaga yang selalu mempunyai dana untuk diinvestasikan. Dana-dana ini diterimanya sebagai konsekuensi dari usahanya, yaitu penerimaan premi, agar pada waktunya dapat membayarkan santunan asuransi jiwa dan santunan pensiun. Maka kita menyebutkan lembaga keuangan kategori ini sebagai investor institusional. Kecuali asuransi jiwa dan dana pensiun, yang termasuk ke dalam investor institusional adalah juga lembaga-lembaga (bank) tabungan dan jasa-jasa giro pos.
Kategori lain dari lembaga keuangan adalah bank (bank umum, bank hipotik). Fungsinya adalah memberikan kredit. Mereka memberikan kredit dari uang tabungan para anggota masyarakat yang dipercayakan kepadanya, atau - kalau banknya adalah bank yang dapat menciptakan uang - dengan uang yang diperolehnya dari penciptaan uang.
lihat komentar (0) | kirim ke teman | versi cetak
Formulir Komentar
|
|
 |
 Pengantar Redaksi
Dua serial tulisan yang terdahulu, yaitu Proses Terjajahnya Kembali Indonesia Sejak tahun 1967 dan Pemberantasan KKN telah lengkap kami tayangkan dalam waktu yang cukup lama.
Dalam edisi ini kami menyajikan bahasan tentang Krisis Keuangan maha dahsyat yang terjadi di Amerika Serikat, menjalar ke semua negara di dunia yang sampai sekarang masih berlangsung.
Serial lainnya berjudul "Platform Presiden 2009". KoranInternet mempunyai keseluruhan materinya, yang akan kami terbitkan dalam bentuk buku yang dapat diperoleh siapa saja yang berminat.
Dengan memuat materi yang sama dalam bentuk rangkaian artikel di KoranInternet, para pembaca dapat membacanya, sambil setiap harinya membaca berita dan peristiwa.
Pembaca E-Learning yang kami sajikan dalam bidang Tata Buku dan Ekonomi Perusahaan semakin lama semakin banyak.
Banyak terima kasih atas perhatian Anda.
Redaksi.
|
|

| Sri Mulyani Indrawati (SMI), Berkeley Mafia, Organisasi Tanpa Bentuk (OTB), IMF Dan World Bank (WB) Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang ... Baca selengkapnya » | Pidato CGI 4 (dalam bahasa Inggris)MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS
ADDRESS AT THE PRE-CGI MEETING
Jakarta, 10 December 2003
State Minister for ... Baca selengkapnya » | | | Pidato CGI 3 (dalam bahasa Inggris)MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS
IMPROVING GOVERNANCE
Consultative Group for Indonesia
Bali, 22 January, 2003
Kwik Kian Gie
Mr. ... Baca selengkapnya » | | | Pidato CGI 2 (dalam bahasa Inggris)MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS
EFFECTIVE USE OF FOREIGN AID
Minister of Development Planning/Head of Bappenas
Pre-CGI ... Baca selengkapnya » | Pidato CGI 1 (dalam bahasa Inggris)MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS
Statement of the State Minister for National Development Planning/
Chairman of ... Baca selengkapnya » | | SKANDAL BANK CENTURY - Mengapa Menimbulkan Banyak Keresahan dan Kemarahan? PENGANTAR
Pemeriksaan oleh Pansus Bank Century berlangsung secara terbuka yang diliput oleh media ... Baca selengkapnya » | | PRODUK DOMESTIK BRUTO MENGANDUNG BANYAK PENYESATAN DAN KOTORAN Percakapan antara Djadjang dan Mamad
Para pejabat tinggi Indonesia berbesar hati, karena dalam resesi global, kondisi ... Baca selengkapnya » | | | Pidato CGI 2 (dalam bahasa Indonesia)MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS
PENGGUNAAN BANTUAN ASING SECARA EFEKTIF
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS
Pre-CGI ... Baca selengkapnya » | Pidato CGI 1 (dalam bahasa Indonesia)Paparan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
Pada Concultative Group on Indonesia (CGI), Jakarta, 7-8 November ... Baca selengkapnya » | | GAMBARAN FRAUD DAN KEKALUTAN DALAM MENGHADAPI BANK CENTURY Yang digambarkan dalam tulisan ini atas dasar pemberitaan, pernyataan dan analisis dari sekian banyaknya orang ... Baca selengkapnya » |
|

Word of The Day
No problem of human destiny is beyond human beings.John F. Kennedy.
|
|

|